
Menjelang konser BTS di Busan, “tarif membengkak” yang keterlaluan dari sejumlah tempat usaha penginapan mulai merajalela. Menyikapi hal itu, pemerintah dan pemerintah daerah mengambil tindakan tegas. Karena ini merupakan acara internasional skala besar yang menghimpun fandom dari seluruh dunia, langkah pemusnahan lintas kementerian segera dijalankan untuk mencegah kerugian wisatawan dan menegakkan tatanan pasar yang adil.
Kampus dan pusat pelatihan dibuka penuh, inspeksi lapangan khusus gabungan lintas kementerian digelar
Kementerian Keuangan dan Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata menggelar rapat “Pertemuan TF terkait Pemberantasan Tarif Membengkak di Daerah” di Cheongsa Balai Pemerintah Seoul, kemudian mengumumkan langkah-langkah yang lebih ketat. Untuk menghadapi praktik tarif menggelembung (harga yang tidak wajar) di sektor penginapan yang paling banyak disorot, pemerintah memutuskan untuk segera mengamankan dan memasok sekitar 1.300 fasilitas penginapan alternatif dengan memanfaatkan asrama universitas di wilayah Busan dan pusat pelatihan milik lembaga publik.
BTS akan menggelar konser tunggal di Stadion Utama Asiad Busan pada 12 dan 13 Juni untuk dua hari berturut-turut. Konser kali ini merupakan panggung formasi lengkap setelah sekitar 3 tahun 8 bulan sejak konser pengiring bid untuk Expo 2022 pada Oktober 2022, dan perhatian meledak dari penggemar di seluruh dunia pun tertuju. Terutama pada hari kedua, 13 Juni, yang bertepatan dengan hari peringatan debut BTS, makna simboliknya sangat besar.
Sementara itu, Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata membuka forum diskusi dengan kalangan pelaku usaha penginapan di sekitar venue konser dan secara kuat merekomendasikan penetapan harga yang masuk akal. Selain itu, kementerian terkait seperti Kantor Pajak Nasional dan Komisi Perdagangan Adil akan melakukan inspeksi lapangan khusus secara bersama. Tim inspeksi akan menyelidiki secara intensif praktik kebersihan buruk dan kartel harga. Terhadap tempat usaha yang tertangkap, pemerintah berencana menjatuhkan sanksi administratif segera berdasarkan prinsip tanpa toleransi, seperti perintah perbaikan dan penghentian sementara kegiatan usaha.
Pemkot Busan mulai penyidikan khusus, upaya penghapusan batas uang penghargaan untuk laporan korban
Pemkot Busan juga akan memperkuat jaringan pengawasan secara signifikan. Kota itu akan melakukan penyidikan penginapan khusus hingga 15 Juni, dengan fokus pada titik-titik wisata utama seperti Stasiun Busan, Seomyeon, serta area sekitar venue konser. Pelaksanaan razia menargetkan secara intensif kasus penjualan penginapan ilegal tanpa pendaftaran dan pelanggaran kewajiban memasang daftar tarif. Jika ditemukan pelanggaran hukum, Pemkot berencana bersikap tegas termasuk menindak pidana.
Sistem pelaporan untuk pemulihan kerugian konsumen juga ditata dengan lebih rapi. Kasus kerugian seperti pembatalan reservasi tanpa izin yang masuk melalui nomor area 120 dan pusat pelaporan ketidaknyamanan wisata 1330 akan dibagikan secara real time dengan pemerintah daerah, lalu langsung diterapkan pada razia lapangan. Data tersebut juga dimanfaatkan sebagai bahan dasar penyelidikan penggelapan pajak oleh Kantor Pajak Nasional. Lebih jauh, pemerintah sedang mendorong perubahan ketentuan secara cepat agar batas pembayaran uang penghargaan untuk dorongan pelaporan tindakan ilegal dihapus seluruhnya, dan maksimal 10% dari denda administratif (pariwisata) yang dikenakan dapat dibayarkan sebagai uang penghargaan.
