
Ikon abadi yang melambangkan masa kejayaan perfilman Hong Kong, aktor Zhang Guorong, genap 23 tahun sejak ia berpulang.
Berita duka yang disampaikan pada 1 April 2003—hari April Mop—membuat seluruh penggemar di seluruh dunia terpukul. Saat itu Zhang Guorong berusia 47 tahun, dan ia mengakhiri hidupnya yang singkat di Hotel Mandarin Oriental, Hong Kong. Meski ia pernah mewujudkan mimpinya menjadi legenda—mendominasi era dengan kemampuan akting yang khas—ternyata sambutan publik terhadap dirinya tidak selalu hangat.
Berbagai dugaan yang bertubi-tubi dan rumor tanpa dasar yang mengelilingi almarhum saat itu terus menyusahkannya. Mulai dari cemoohan yang belum terverifikasi hingga isu pembunuhan, Zhang Guorong harus menanggung tekanan psikologis yang berat di balik sorotan panggung yang gemerlap. Bahkan sampai sekarang pun, keraguan tentang latar belakang mengapa ia memilih meninggalkan dunia ini masih sering dibicarakan; bobot zaman yang ia hadapi sama sekali tidaklah ringan.
Zhang Guorong bukan sekadar bintang, melainkan sosok utama yang membawa perfilman Hong Kong ke puncak kejayaannya. Semangat artistiknya yang ia tunjukkan dalam banyak karya besar—seperti A Hero Never Dies, The Bride with White Hair, dan Days of Being Wild, juga Farewell My Concubine, Happy Together, dan lainnya—tetap memantik gema yang tak berubah meski waktu berlalu. Karena ia adalah sosok yang mengabdikan diri pada seni dengan mempertaruhkan nyawanya, rasa rindu terhadap dirinya justru semakin pekat hingga kini, meski sudah 23 tahun berlalu.
Pada 1 April yang kembali datang, para penggemar dari seluruh dunia memperingati Zhang Guorong—bintang abadi yang pergi seolah seperti sebuah kebohongan—sambil meninjau kembali karya-karya yang ia tinggalkan. Sosoknya yang dengan tegar membakar semangat berkesenian saat menghadapi gelombang besar zaman diperkirakan akan terus diingat selamanya di hati para penggemar.
